Khadijah, Muhammad dan Rahib (11)

Khadijah, Muhammad dan Rahib (11)

Khadijah putri Khuwailid adalah seorang saudagar perempuan yang memiliki kehormatan tinggi dan kekayaan yang cukup melimpah. Ia terbiasa mempercayakan perniagaanya kepada banyak relasi dari kalangan laki-laki bangsa Quraisy untuk diperdagangkan. Kaum Quraisy adalah memang bangsa pedagang.

Ketika nama Muhammad tersebar karena kejujuran kata-katanya, perangainya yang dapat dipercaya dan kemuliaan budi pekertinya, Khadijah mengutus seseorang untuk menemuinya, menawarkan kepadanya untuk membawa perniagaannya ke Syams. Khadijah berjanji akan memberikan yang terbaik kepada Muhammad atas kepercayaannya dan untuk segera berangkat bersama seorang laki-laki remaja bernama Maisara.

Muhammad menerimanya. Ia pun beranjak ke Syams bersama Maisara dengan membawa berbagai perniagaan Khadijah, hingga sampailah keduanya di Syams. Di tanah Syam, Muhammad diharapkan menjual perniagaan yang ia bawa dari Makah dan membeli perniagaan lain di Syams untuk dibawa ke Makah. Saat itu tepatnya tahun 595 Masehi.

Sesampainya di tanah Syams, Muhammad berteduh di bawah sebuah pohon, dekat dengan tempat peribadatan para rahib. Tiba-Tiba keluarlah seorang rahib dan menjumpai Maisara. Ia bertanya dengan nada heran, “Siapa laki-laki yang berteduh di bawah pohon itu?” Maisara menjawab, “Seorang laki-laki dari bangsa Quraiys, dari kota Al-Haram.” Rahib itu menimpali kemudian, “Tidak ada seorang pun berteduh di bawah pohon itu kecuali ia adalah Nabi!!!”

Ketika Muhammad sampai di kota Makah, ia bergegas menemui Khadijah, memberikan semua hasil berdagang dan harta perniagaan yang ia beli di Syams. Khadijah menjualnya di Makah dan berlipatlah keuntungan lebih banyak dari waktu-waktu sebelum ia bekerja sama dengan Muhammad. Khadijah memberikan kepada Muhammad haknya secara pantas.

Maisara tidak bisa tidak menceritakan kepada Khadijah atas ketakjubannya selama melakukan perjalanan bersama Muhammad. Ia menarasikan tentang keelokan budi pekerti Muhammad, perjumpaannya dengan rahib dan seorang Muhammad yang sedemikian jujur dan bisa dipercaya dalam semua kata dan tata caranya berniaga.

Khadijah adalah seorang perempuan dengan nasab yang baik, memiliki kehormatan tinggi dan kekayaan yang melimpah. Ketika Maisara menceritakan kepribadian Muhammad, Khadijah mengutus seseorang untuk menemuinya. Pesan yang tersampaikan kepada Muhammad itu kurang lebih, “Wahai Muhammad, aku menyukaimu karena persahabatanmu, kekerabatanmu, kebaikanmu di hadapan masyarakatmu, kejujuran katamu dan kebaikan budi pekertimu.” Saat itu, melalui seorang yang diutusnya, Khadijah menawarkan dirinya kepada Muhammad.

(Anis Mashduqi, Disarikan dari Al-Mausuah Al-Muhammadiyyah karya Fathi Al-Ibyari)

Sebelumnya

Muhammad dan Perang Fijar (10)

Sesudahnya

Peremajaan Cat Asrama Santri