Mempersunting Khadijah (12)

  • Mempersunting Khadijah (12)

Ketika Muhammad mendengar kehendak Khadijah untuk menikah dengannya, ia merasakan suatu kebahagiaan.

Khadijah menempuh kehidupan berkeluarga dua kali sebelum menikah dengan Muhammad. Ia menikah dengan dua orang besar dan terhormat dari kalangan Arab, pertama dengan Atiq ibn Aidz Al-Makhzumi melahirkan seorang anak perempuan, dan kedua dengan Abi Halah ibn Zararah Al-Tamimi melahirkan seorang anak perempuan bernama Hindun.

Muhammad berkunjung ke semua paman-pamannya, kemudian bercerita tentang apa yang terjadi. Hamzah ibn Abd Al-Muthallib mengantar Muhammad ke rumah Khadijah dan melamarkan untuknya. Muhammad kemudian menikah dengan Khadijah pada tahun 596 M.

Dalam prosesi pernikahan itu, Muhammad memberikan mahar 20 ekor anak unta. Khadijah menjadi istri pertama Muhammad yang disuntingnya. Setelah itu, ia tidak pernah menikah dengan selainnya sampai Khadijah meninggal dunia.

Ketika akad pernikahan Muhammad dengan Khadijah selesai dilangsungkan, disembelih beberapa ekor domba dan suara rebana bersautan ditabuh. Pintu rumah Khadijah terbuka untuk semua tamu dari kalangan keluarga dan tetangga. Di antara tamu itu ada Halimah yang datang dari perkampungan nan jauh Bani Sa’d untuk menyaksikan pernikahan anak asuhnya. 

Halimah menginap di sana. Ia baru meninggalkan rumah Khadijah pagi hari esoknya, Khadijah memberinya 40 ekor domba untuk dibawa, sebagai pemberian dari Khadijah untuk seorang perempuan yang telah mengasuh kekasihnya, Muhammad, di masa kecilnya.

Muhammad tidak mampu menyembunyikan kesedihannya, air matanya menetes melihat Halimah mulai beranjak menjauh darinya. Kehadiran Halimah seakan memutar masa lalunya, ada Ibunda Aminah yang selalu memberikan perhatian, cinta dan kehangatannya, kemudian ia menemukan perhatian dan kehangatan itu pada Halimah yang mengasuhnya. 

Setelah kehidupan yang keras dan panjang tanpa kehangatan sebuah keluarga, terutama seorang Ibu yang mencintainya, sebagaimana lazimnya anak-anak dan remaja sebayanya, akhirnya Muhammad menemukan kehangatan itu pada diri Khadijah.

(Anis Mashduqi, Disarikan dari Al-Mausuah Al-Muhammadiyyah karya Fathi Al-Ibyari)

Sebelumnya

Peremajaan Cat Asrama Santri

Sesudahnya

Perawakan Muhammad (13)