Kepribadian Muhammad (14)

Kepribadian Muhammad (14)

Muhammad hidup bersama Khadijah, berdua mendayung bahtera rumah tangga. Allah SWT menjaga keduanya, meluaskan kemurahan-Nya. Muhammad senantiasa bersyukur dan semakin merendahkan hatinya. Muhammad memiliki kecerdasan yang tinggi, seorang pendengar yang baik, bahkan terlihat menghadapkan seluruh tubuhnya kepada siapa saja yang mengajaknya berbicara. Ia sedikit berbicara, banyak mendengar.

Sesekali Muhammad tertawa, terlihat lah gigi-gigi putihnya. Ketika ia marah, tidak terlihat sama sekali di raut mukanya, kecuali sedikit alisnya yang terkesan melebar. Hal itu karena ia senantiasa ingin menahan dan menyembunyikan marahnya, ia tidak ingin marahnya diketahui, karena keluasan hati, niat yang benar dan ketuntasannya menunaikan apa janjinya.

Bersama Khadijah, Muhammad dikaruniai enam anak, laki-laki dan perempuan. Di antara anak laki-laki adalah Al-Qasim dan Abdullah, keduanya dijuluki dengan Al-Thahir dan Al-Thayib. Sedangkan anak-anak perempuan di antaranya adalah Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah. Keempat putrinya seringkali dihapal oleh anak-anak yang belajar sejarah Muhammad dengan sebuah akronim, Za-r-aa-fa. Muhammad memiliki satu anak laki-laki, bernama Ibrahim, dari pernikahannya dengan Maria Qibthiyya setelah Khadijah wafat.

Seluruh putra dan putri Muhammad meninggal ketika ia masih hidup. Adapun Fathimah, meninggal enam bulan setelah Muhammad tutup usia.

Muhammad adalah sosok yang memiliki pendirian teguh, keinginan yang kuat, dan tahan banting. Ia tidak memiliki sikap keragu-raguan. Kepribadian itu adalah karunia Allah SWT, sehingga Muhammad senantiasa menyisakan kesan kuat di kalangan siapa saja yang berinteraksi dengannya. Siapa saja yang melihatnya akan terkesima, siapa saja yang bergaul dengannya akan mencintainya. 

Wahai Muhammad, muara cinta di seluruh alam semesta, kekasih Allah yang Maha Pengasih, Penolong kami di Hari Kiamat dan Hari Pembeda yang benar dan salah.

(Anis Mashduqi, Disarikan dari Al-Mausuah Al-Muhammadiyyah karya Fathi Al-Ibyari)

Sebelumnya

Menyambut Kedatangan Santri Baru

Sesudahnya

Studium General Santri Baru